Jumat, 06 Juni 2014

Ibu

Bulan tepat setengah, berpendar indah, putih cemerlang di tengah angkasa nan luas, namun aku tak sempat memandanginya lebih lama, aku tenggelam dalam aliran airmata mu yang deras mengalir, ketika lantunan kata yang penuh cinta memelukmu erat. Bundaku, aku tahu betapa pedih yang harus kau tanggungkan demi mengiyakan semua tugas muliamu sebagai ibu bagi kami. Karena aku tahu, tak semua anakmu mengerti beban yang kau sandang selama ini. Maafkan kami anak anakmu, yang masih juga merengek manja, mengeluh dan mengaduh ketika kau mengajak kami membantumu melakukan tugas tugas muliamu. 

Beberapa mungkin tak sampai terucap, namun bagiku tak pantas itu terlintas di pikiran kami. Bundaku, aku tahu pasti, takkan engkau memarahi kami untuk kenakalan kami. Namun ada satu yang tak bisa engkau sembunyikan,  aku menangkap sebersit sedih dalam paras ayumu malam tadi.

Pun begitu, masih juga engkau memanjatkan do'a bagi kami, "Tuhan ampuni mereka, mereka hanya belum mengerti apa maksudku."

Menjadi ibu bagi kami anak anakmu menjadi panggilan jiwamu, maka biarlah menjadi anak anak yang patuh padamu juga menjadi panggilan jiwa kami. Terimakasih selalu memaafkan semua anak anakmu dan membawa semua tanpa kecuali dalam do'a do'a mu. Kasih ibu memang sejati, kasih yang tak pernah menuntut balasan, kasih yang tak pernah lekang dimakan zaman. Terimakasih Ibundaku...

"Ya Rabb, karuniakanlah senantiasa kesehatan, kebahagiaan dan cukupkanlah apapun yang beliau butuhkan, sayangilah beliau sebagaimana beliau menyayangi kami sejak kami kecil dahulu... "

Bunda, cinta dan do'a dari kami untukmu


Tidak ada komentar:

Posting Komentar